PANTAI PRIGI: Berlibur untuk Menjaga Kesehatan Mental - Reezumiku

Tuesday, December 8, 2015

PANTAI PRIGI: Berlibur untuk Menjaga Kesehatan Mental

Pantai Prigi, Trenggalek
Perjalanan setahun yang lalu kira-kira. Ketika itu, saya sedang penat dengan berbagai macam rutinitas setiap hari. Akhirnya, tanpa perencenaan matang saya mengajak sahabat saya untuk ke pantai. “Ke pantai mana sajalah, pokoknya pantai,” kata saya waktu itu.
Entahlah, saya hanya merindukan pantai ketika jenuh datang dalam hari-hari saya. Pantai seperti klinik penyembuhan rasa bosan yang begitu ampuh mengobati saya. Tidak akan pernah ada kata tidak untuk menghampiri pantai.
Apalagi saat itu adalah bulan puasa. Namun dalam keadaan berjuang melawan hawa nafsu makan-minum, dengan terik mentari yang menyengat, saya tetap berangkat. Jarak yang tidak bisa dibilang dekat dari rumah juga tak berhasil menghalangi niat saya kali ini. Saya butuh ketenangan.
Ombak dan Lautan Pantai Prigi
Benar. Sesampainya di sana, semua penat saya terasa ikut diseret ombak, menjauh ke tengah lautan sana. Rasanya begitu melegakan dan menenangkan. Saya sadar kalau ketenangan ini hanya sesaat. Masalah yang saya hadapi ketika itu tidak akan terselesaikan begitu saja dengan kedatangan saya ke pantai Prigi ini. Tapi, saya hanya menikmati saat itu. Saya mengabaikan semua tentang kehidupan meski hanya untuk sebentar.
Bermain air yang berbusa
Ada ikannya nggak ya? #tengok
Tak lama bermain-main dengan busa yang dibawa oleh ombak ke bibir pantai, langit mulai mendung. Awan yang tadinya cerah kini terlihat muram dan cenderung menakutkan. Kemudian sekumpulan orang yang memakai capil segera merapat ke pantai. Mereka melakukan aktivitas yang belum pernah saya lihat, membuat saya tertarik untuk mendekat.
Nelayang sedang bersiap menarik tambang
Bersama-sama: Tarik!!!
Oh, ternyata mereka harus mengambil hasil tangkapan yang ada di laut sana. Secara serentak mereka berbaris sambil memegang seutas tambang cokelat yang tadinya tergeletak di pasir. Dengan sekuat tenaga mereka menarik tali itu bersama-sama. Seperti permainan tarik tambang kalau saya lihat, nelayan vs ikan atau darat vs laut. haha.
Dua orang lainnya berada di bagian paling belakang duduk berselonjor. Salah satunya merebahkan punggung di salah satu perahu. Mereka merapikan tali yang sudah mendarat.
Du ibu yang menata kembali tali yang sudah mendarat
Dari awal saya menunggu kesempatan untuk bertanya kepada mereka namun saya juga tidak mau mengganggu kegiatan yang mereka lakukan. Lalu saya memutuskan untuk menunggu saja. Lagipula saya juga ingin melihat hasil tangkapan seperti apa yang mereka dapatkan.
 Ternyata lebih dari 30 menit kemudian tali itu masih terus di tarik, dua orang dibelakangnya juga masih menggulung. Ah, sampai kapan ini berakhir.
Sepertinya saya akan tertahan lebih lama kalau terus menunggu. Seorang nelayan menunjuk sebuah tanda di tengah laut sana. Seperti sebuah balon kecil berbentuk bulat berwarna putih yang mengapung. Nelayan itu bilang di sanalah ujung talinya. Oh, oke. “Fyuh, masih jauh,” desis saya pelan. Akhirnya saya dan Rina, sahabat saya memutuskan pulang karena awan mulai lebat menggumpal.
Mulai mendung
Oh iya, saya ke pantai Prigi ini ketika musim hujan. Kalau beruntung, dalam perjalanan kalian akan melewati sebuah air terjun di salah satu tikungan jalan. Tidak begitu tinggi, namun di dekat air terjun ini bisa menjadi tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Airnya deras, cukup besar hingga cipratannya sampai ke jalan. Namun ketika saya melewati lokasi ini sebulan lalu (yang masih musim kemarau panjang) airnya hanya mengalir kecil, hampir tak ada.
Pemanjangan di jalan, asri.
 Saya selalu berpikir, “Pergilah! Pergilah berlibur. Karena itu bukan untuk bersenang-senang semata, tapi untuk kesehatan mental.” Ya, rutinitas selalu membuat penat. Sekarang saya selalu menjadikan liburan sebagai agenda rutin untuk menjaga mental saya agar tetap stabil dari berbagai tekanan hidup yang begitu banyak.
Berliburlah kawan !!! Meski hanya ke desa sebelah.

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Local Business Directory, Search Engine Submission SEO Tools