WISATA LITERASI FBM Chapter 2 : Pantai Pasir Putih, Trenggalek - Reezumiku

Saturday, December 5, 2015

WISATA LITERASI FBM Chapter 2 : Pantai Pasir Putih, Trenggalek


Pantai Pasir Putih dipayungi langit biru

Pantai Prigi sudah sejak lama dikenal sebagai wisata pantai yang wajib di sambangi saat berkunjung ke Trenggalek, Jawa Timur. Salah satu tempat wisata yang masih satu komplek dengan pantai prigi adalah Pantai Pasir Putih Karanggongso atau yang lebih dikenal dengan PASPUT. Memang benar, pantai ini memiliki pasir yang putih atau lebih ke putih tulang

Karena menjadi jujukan wisata dari dalam maupun luar kota, pantai ini tak pernah sepi pengunjung. Ini adalah kali kedua saya mengunjungi pantai pasir putih dan selalu saja membeludak oleh pengunjung.

Bulan Juli 2010 lalu saya sudah ke pasir putih bersama teman-teman JRS Tulungagung, JRS Kediri, JRS Nganjuk, JRS Blitar, dan Kerabat Kotak Kediri. Sedikit kenangan masa lalu saya dokumentasikan seperti ini: 
Bersama komunitas musik

Disensor karena saya masih jahiliyah dulu (belum berhijab :-)


Games: yang kalah harus joget

Nah, kedatangan saya kali ini bersama teman-teman Relawan FBM 2105 tepat di hari minggu dan kami kehabisan tempat parkir. Bus-bus, mobil dan motor berjajar sesak hingga tak menyisihkan sedikitpun celah. Akhirnya kami parker di tempat yang cukup jauh untuk menjangkau pantai.

Pantai adalah tempat yang tak akan pernah membosankan meski berkali-kali dikunjungi, entah di bentangan pantai manapun itu. Bagi saya, pantai selalu mendamaikan pikiran. Deburan ombak seolah menenggelamkan keriuhan dunia dan menyeretnya pada ketenangan. #Ciehhh Mulai puitis nih. Stop it J

Berenag
Sisi kanan pantai

Sisi kiri pantai. Di balik pepohonan itu masih ada tempat indah lainnya loh.


Nih dia yang saya maksud di balik pepohonan sisi kiri tadi

Capture dari atas bebatuan

Perahu

Oke, balik lagi.
Saking banyaknya pengunjung, kami juga tidak mendapat tempat untuk menggelar tikar. Lalu saya dan teman-teman berjalan lebih jauh lagi untuk mencari tempat tedur disela-sela kerumunan orang yang berjubel.
Satu hal yang ingin segera saya lakukan, yaitu berenang. Setiap kali saya pergi ke pantai, saya selalu ingin berenang. Berenang ke tengah lautan sana dan merasakan ombah menghantam tubuhku. Oh… Tapi baru kali ini, hari itu aku bisa benar-benar basah kuyup oleh air asin. Dan, saya bahagia.


Hore... Berenang...

Sands

Hap

Seperti yang selalu saya bayangkan. Berenang di laut mengajari saya untuk bertahan dalam terpaan ombak yang datang tanpa memberi peringatan. Saya juga harus awas menjaga mata agar tidak perih ketika air laut menenggelamkan. Ah, saya seperti bocah yang riang gembira dalam kecipak air lautan.

Ada satu hal unik hingga saya sempat ditertawakan oleh teman-teman. Begitu inginnya saya berenang, saya menyiapkan pakaian ganti dan sebagainya. Namun ternyata kerudung saya tertinggal di rumah. Pada akhirnya saya membeli semacam kain pantai lalu saya gunakan sebagai penutup kepala. Saat terdesak itulah saya tidak punya pilihan lain. Yang menjadi bahan tertawaan adalah saya tidak satar kalau di kain pantai itu terdapat tulisan “Pantai Pasir Putih Trenggalek.” Haha. Kerudung saya berlabel tempat wisata. Oh, God.
Nih dia kain pantai yang bertransformasi menjadi kerudung

Full capture :-)
Kemudian saya berkeliling lautan dengan perahu. Lagi-lagi, sang nahkoda membawa saya dan rombongan berkeliling ke beberapa pantai di sekitar, ke tengah laut hingga sebuah tebing yang muncul di tengah laut. Sayangnya, karena terlalu fokus menikmati semilir angin yang berhembus kencang dengan tangan yang sibuk memotret, saya tidak mendengarkan sang nahkoda yang memberikan penjelasan singkat tentang tempat-tempat yang kami lewati. Tapi, itu benar-benar menyenangkan. Saya ingin kembali menaiki perahu lalu mengarungi lautan.

Jung Jes Jung Jes

Saya tertunduk malu di belakang sana :-(
Villa Karanggongso (kalau tidak salah ingat)

Watu Bentis (kalau tidak salah ingat)

Perahu di tengah lautan

Ini saya lupa namanya. Benar lupa. Sumpah.
Untuk masuk ke lokasi wisata, pengunjung harus membayar tiket masuk seharga 10.000 per orang (anak-anak tidak dihitung kayaknya). Jangan lupa minta struk tiket masuknya ya. Selain mengurangi penyalahgunaan oleh oknum tertentu, tiket masuk juga bisa kita jadikan tanda bukti bila diperlukan di lokasi wisata nantinya.

Sedangkan untuk menaiki perahu, tarif yang digunakan sekitar 20.000 sampai 25.000 per orang atau 150.000 secara rombongan. Selain itu ada juga biaya parkir (maaf saya tidak tau berapa).

Di tempat wisata ini juga banyak kita temukan pedagang-pedagang mulai yang menjajakan pakaian, oleh-oleh, ikan bakar dan aneka olahan laut lainnya. Fasilitas umum seperti kamar mandi, WC, mushola juga disediakan dengan biaya rata-rata 3000 rupiah. Untuk itu tak perlu khawatir akan kesulitan mencari Toilet atau mushola. Selamat berlibur.
Reading
Story kali ini saya tutup dengan satu kalimat, “Bring your book on your vacation.”




Tulungagung, 4 Desember 2015
~Reezumi~

6 comments:

  1. photo yg lupa nama nya itu goa mutiara mbk anis ������
    tarif utk perahu wisata @ 10k klo sewa 1 perahu 150 k untuk 3 titik
    @ 30k klo 1 perahu 400 utk 9 titik
    kita kemarin berlayar 9 titik...
    tp karena negosiasi nya sukses hanya kena biaya 230 k utk mengjantarkan kita menuju 9 titik,,hehe

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. hahaha mungkin saking terlalu jeli, tak kira klo pean dah tau ada tulisan pasir putih trenggalek, letaknya pas dan mudah utk dibaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehee, pas tahu juga geli sendiri mbk. Aku balik akhirnya habis sholat :-)

      Delete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Local Business Directory, Search Engine Submission SEO Tools