WISATA LITERASI FBM Chapter 3 : Guo Lowo Watulimo, Trenggalek - Reezumiku

Saturday, December 5, 2015

WISATA LITERASI FBM Chapter 3 : Guo Lowo Watulimo, Trenggalek

Bagian depan tempat wisata Guo Lowo

Wisata literasi FBM 2015 hari itu berakhir di Guo Lowo yang ada di desa Watuagung, kecamatan Watulimo, Trenggalek. Sayang sekali saya tidak bisa masuk ke dalam goa karena waktu terlalu larut dan tempat wisata ini sudah tutup.
Namun tempat yang saya cari pertama kali adalah mushola untuk segera melaksanakan shalat Dhuhur yang saya jamak dengan Ashar. Alhamdulillah, perjalanan terasa lebih menyenangkan bila kewajiban telah ditunaikan. Setelah itu barulah saya berkeliling sebentar di area wisata dan mengambil beberapa foto di area luar.
Yang sempat membuat saya kaget, di sana ada satu rombongan yang terdiri dari dua bus wisata dari luar kota yang hendak melanjutkan perjalanan. Namun beberapa ibu dan bapak-bapak malah asik bernyanyi dan berjoget bersama organ tunggal yang memang biasanya menghibur pengunjung di sana.
Satu, dua, orang dari rombongan tersebut mengingatkan rekan-rekan mereka untuk segera kembali ke dalam bus.
Namun salah seorang malah berteriak, “satu lagu lagi.”
Seperti domino, teman-teman yang ikut berjoget menimpali berurutan.
“Lanjut!!!”
“Lagi!”
“Lagu ini mas.”
“Lagu itu bang.”
“Di goyang.”

Aduh, dalam hati saya hanya terkekeh sendiri. Hampir saja saya tersedak bakso yang sedang saya makan. Oke, setiap orang punya caranya untuk menikmati liburan. Seperti mereka yang bahagia bernyanyi dan berjoget di tempat wisata, yang sebenarnya-bisa mereka lakukan di rumah. Oke, saya paham. haha
Under the blue sky and trees







Dan dalam story yang terakhir tentang Wisata Literasi FBM 2015 ini saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada pasangan kece Bunda Tjut dan Pak Siwi yang sudah mengajak kami berlibur sekaligus menjadi sponsor utama istilahnya, yang memberikan kesempatan kepada saya dan teman-teman lainnya untuk menghabiskan waktu dan mengukir cerita bersama. Kenangan yang tidak akan pernah tergantikan. Terimaksih banyak dan hanya doa yang bisa saya berikan kepada beliau berdua ini, orang hebat yang bisa saya bilang, tidak pernah punya kata lelah untuk berjuang terutama di dunia literasi. Wonderful.
Pak Siwi : Selalu beraksi dibalik kamera
Bunda Zakyzahra Tuga (Bunda Tjut) bersama kedua putrinya
Sebagai penutup, saya pernah menulis caption di instagram saya seperti ini: “Menghabiskan waktu bersama kawan-kawan yang kritis positif itu menggugah nurani untuk BERANI menjadi orang baik.” That’s the fact when I close to them. And I proud of it.

Tulungagung, 4 Desember 2015

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Local Business Directory, Search Engine Submission SEO Tools