#10DaysKF Writing Challenge #Day5-10 - Reezumiku

Saturday, January 28, 2017

#10DaysKF Writing Challenge #Day5-10

Saya tahu sudah melewati batas waktu untuk Writing Challenge ini. Kemarin merasa tak enak badan. Jadi, daripada tulisan yang sudah dibikin terbuang sia-sia, tetap saya post aja. Daripada tidak sama sekali.

©            #DAY5: Film yang paling berkesan?

1.      Kimi No Todoke

Ini film Jepang yang diangkat dari anime. Selain karena suka pemeran cowoknya yaitu Miura Haruma, saya juga tersentuh oleh karakter si main role ceweknya. Saya merasa kalau dia sangat mewakili diri saya di masa lalu. Saya bisa merasakan yang dia pikirkan – yang pada umumnya akan diabaikan oleh penonton lain yang sudah melihat film ini. 

Ya, penonton mungkin akan fokus pada ceritanya, tapi saya terus menyalahkan penyebab munculnya ‘karakter ini’. Seperti impact of bulling yang sangat mengerikan (bagi yang mengalami) tapi terlihat biasa bagi orang lain.

Ceritanya tentang seorang cewek SMA bernama Sawako Kuronuma. Dia ini seseorang dengan kepribadian introvert meskipun sebenarnya dia sangat ingin berteman dengan yang lainnya. Kepribadian itu tertanam pada dirinya akibat kejadian waktu kecil dimana Sawako mulai dipanggil dengan sebutan Sadako - seorang tokoh hantu terkenal dalam film Jepang.

Semenjak itu ia sering dijadikan bahan bullian. Teman-teman membicarakan dirinya yang punya kutukan kalau siapapun akan terkena sial saat menatap matanya selama tiga detik saja. Sawako tidak punya teman. Setiap orang yang tidak sengaja berpapasan atau berkomunikasi dengannya pasti akan langsung meminta maaf. Semuanya juga takut ketika bertemu Sawako, seperti baru melihat hantu.

Sawako sangat kagum dengan kepribadian Kazehaya, main role laki-laki yang punya kepribadian terbalik dengannya. Kazehaya sangat mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Hanya Kazehaya yang berani menatap mata Sawako. Semenjak datangnya Kazehaya inilah banyak pengalaman baru yang didapat Sawako hingga akhirnya dia punya dua teman baik, Ayane Yano dan Chizuru Yoshida.

Yang saya sukai dari film ini adalah kepribadian unik Sawako itu sendiri. Dia termasuk orang yang baik namun tidak pandai mengungkapkan perasaan dan pemikirannya. Bahkan ekspresi mukanya akan bermakna berbeda dengan apa yang sebenarnya dia rasakan. Makanya banyak temannya yang salah paham. Tapi dia menarik. Rasanya, karakter seperti ini juga yang membuat Kazehaya suka padanya.


2.      Ketika Cinta Bertasbih.

Tidak perlu saya jelaskan tentang cerita film ini. Pasti sudah banyak yang tahu karena film ini pernah laris di masa film-film islami merajai bioskop Indonesia. Usai "Ayat-Ayat Cinta" yang banyak menguras air mata, Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 adalah adaptasi novel kang Abik yang membuat saya damai menontonnya berkali-kali.

Saya suka film ini, pertama, karena setting yang indah dan dilakukan di negara aslinya. Kedua, ini film religi yang menyadarkan - eh bukan - meyakinkan saya lebih tepatnya, bahwa masih ada campur tangan Tuhan. Seperti perbuatan kecil yang buruk akan berdampak buruk, dan niat baik yang hanya setitik akan memberikan kebaikan dikemudian hari. Berkat film ini, saya masih bisa percaya hukum sebab-akibat yang mulai saya ragukan adanya.

3.      The Davinci Code

I know, film dan novelnya sangat kontroversial. Terlepas dari berbagai macam sudut pandang yang menghujat atau memuji film ini, saya hanya kagum dengan kecerdasan Robert Langdon. Bagi saya, Langdon seperti perwujudan Dan Brown sendiri namun dalam kemasan yang berbeda. Saya sangat menikmati kekayaan intelektual dalam otaknya. But, I still enjoy read the book than watch the movie.

©            #DAY6: Membanggakan sesuatu yang diremehkan orang lain?

Kampus fiksi. Ya, saya sangat bangga bisa mengenal hobi sekaligus profesi menulis lewat Kampus Fiksi. Bagi saya, hal ini sama seperti mendapat uang satu milyar – yang mungkin saja saya dapatkan tapi pasti butuh puluhan tahun lamanya.

Tapi beda pemikiran dengan orang-orang sekitar ((orang-orang dalam hidup saya)) pada saat itu. Tidak ada yang menganggapnya spesial, karena di sini, menjadi penulis masihlah asing. Bahkan di lingkungan berpendidikanpun hanya segelintir yang melihatnya sebagai hal ‘menarik’. Lainnya hanya mengabaikan atau menganggap remeh.

Makanya saya terus berusahan meski berulang kali gagal – hingga sekarang saya belum menyerah. Menulis memberi pashion saya. Saya merasa masih ada yang bisa saya lakukan dengan menulis. Suatu hari, saya ingin bisa membanggakan diri lewat tulisan. Semoga bukan pamer ya. Saya hanya ingin menulis/buku itu dianggap keberadaannya oleh orang-orang disekitar saya. 

©            #DAY7: Tulisan yang membuat saya merasa kuat?

“Tak ada yang tak mungkin. Bila kita yakini. Pastilah kan kau dapati.”

Sebenarnya itu adalah lirik ragu dari band idola saya. Sejak lagu itu rilis, saya selalu menggunakan bagian lirik tersebut sebagai senjata ampuh untuk menampar diri sendiri. Lebih tepatnya, saat saya mulai lemah atau menyerah akan sesuatu. Seperti ada aura magis yang merasuk dalam diri saya melalui lirik itu. Entahlah, mungkin juga dipengaruhi oleh grup band tersebut yang dulu sangat saya gila-gilai. Makanya setiap lagunya terasa seperti mantra yang menyihir. 

©   #DAY8: Lima fakta tentang saya yang berlawanan dengan opini orang?
1.        Saya pemalu or penakut.
Orang yang tidak mengenal saya dengan baik pasti mengira saya jutek. Contohnya: Waktu berpapasan dengan orang, saya pasti lihat ke arah lain (bahkan saya tidak menyapanya). Teman-teman selalu bilang saya sombong atau jutek karena tidak pernah menyapa duluan. Padahal, sumpah, sampai sekarang saya masih merasa takut memandang mata orang. Setiap melihat mata orang lain, saya seperti dihakimi, dihujat. Begitulah. Efek bullying yang sampai sekarang masih berusaha saya atasi.

2.        Saya tidak suka makanan pedas.
Beberapa teman bilang, saya suka makanan pedas makanya punya tubuh yang tinggi. Faktanya saya hanya mampu makan tahu dengan setengah potong cabai.

3.        Saya tidak sedang berada di zona nyaman.
Orang-orang sekitar saya menganggap saya sudah berada di puncak (in their expectation) especially about my job. But the fact, I really really need a long time to accept my destiny. I want to do something else. More than these things.

4.        Saya itu ceroboh.
Beberapa teman dekat menganggap saya teliti karena kadang, saya memikirkan hal-hal kecil yang tak dipikirkan oleh mereka. Faktanya, saya sangat ceroboh dan pelupa.

5.    Saya itu pemikir.
Banyak yang mengira saya sangat cuek dengan hal apapun. Namun faktanya saya sangat pemikir. Kejadian apapun, sekecil apapun sering mengganggu pikiran saya. Seperti halnya ketika salah seorang teman bersikap berbeda pada saya suatu hari, pasti saya akan banyak berpikir, kenapa? ada apa? apa yang salah pada diri saya? hal-hal semacam itu bahkan bisa lebih mengerikan sehingga kadang saya sulit tidur dan banyak terganggu uleh pikiran-pikiran saya sendiri daripada fakta yang sebenarnya baik-baik saja.

©            #DAY9: Menulis surat untuk seseorang!
          I skip for this one.

©            #DAY10: Janji yang tidak akan saya ulangi?

Saya pernah berjanji pada diri sendiri untuk tidak mudah percaya pada orang lain lagi. Awalnya karena saya pernah mengalami dampak berkepanjangan dari masih kecil ketika terlalu percaya pada orang. Saya menemukan kenyataan bahwa orang yang paling saya percaya adalah orang yang memberikan rasa sakit paling dalam bagi saya. Akhirnya, sampai sekarang, karena janji itu, saya jadi terlalu waspada terhadap siapapun.



That's all. Meski 10 Days Writing Challenge ini tidak saya ikutkan dalam kompetisi nya (memang karena banyak aturan yang saya langgar), tapi saya cukup menikmati tantangan menulis sekaligus menyelipkan pemikiran dan perasaan pribadi ini. Haha...

Thanks for reading....

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Local Business Directory, Search Engine Submission SEO Tools