Traveling Sama Sahabat Itu Penting Banget ~ Edisi Pantai Coro - Reezumiku

Wednesday, May 17, 2017

Traveling Sama Sahabat Itu Penting Banget ~ Edisi Pantai Coro


Sudah dua tahun lulus dan dapat gelar, tapi kok masih belum juga dapat mahar ya?! #Eaaaa This is an absurd topic for us. Memang sih, tanpa sengaja, pembahasan tentang ‘pasangan halal’ sering kali muncul dalam pembicaraan antar sahabat. Selain untuk berbagi cerita, kita juga butuh pelampiasan rasa resah. Sahabat inilah satu-satunya orang yang akan mengerti apa yang kita mau.

Persahabatan akan tetap hangat jika komunikasi berjalan dengan lancar. Kurangnya interaksi satu sama lain, lambat laun dapat merenggangkan hubungan yang tadinya sudah cukup erat. Banyak banget contohnya. Misalkan sama sahabat waktu SD atau SMP, pasti hanya segelintir orang yang masih berteman baik dengan rekan masa kecilnya. Masa itu berlalu begitu saja jika tidak ada komunikasi secara terus menerus, apalagi kalau sudah punya sahabat baru di SMA atau kuliah.

That’s why... supaya hubungan persahabat kamu tetap seru dan asyik meski kalian sudah jarang bertemu, traveling adalah salah satu cara menyenangkan untuk menciptakan kenangan-kenangan kalian bersama.

(( Baca sampai habis untuk mengenali keindahan Pantai Coro ))

Rela Berkorban Buat Sahabat


Saya, Nose, dan (Dia yang ingin dipanggil) Sofia, sudah mulai jarang punya waktu untuk berkumpul bersama. Selain karena bekerja di tempat yang berbeda-beda, jadwal libur kami juga saling berbenturan. Makanya sulit mengatur waktu untuk sekedar bertemu dan hangout tipis-tipis. So, rencana traveling adalah cara kami untuk dapat bertatap muka. Beberapa kali, rencana itu gagal sebab berbagai hal.

Namun, ketidakmungkinan, perbedaan kondisi dan jadwal masing-masing adalah tantangan yang akan menguji seberapa kuat keinginan untuk bertemu sahabat. Mungkin harus ada yang rela mengorbankan waktunya bersama keluarga, atau mengorbankan waktu malamnya untuk lembur supaya siang hari bisa traveling sama sahabat.

Saling Berbagi

Traveling mengajarkan kita untuk tidak menandai ‘ini milikku, itu milikmu’. Kebersamaan saat menempuh perjalanan, apalagi dengan medan yang sulit, mengharuskan kita untuk berbagi. Jika sedang melewati perbukitan dan minuman sahabatmu habis, tentunya kamu harus berbagi minumanmu, begitupun sebaliknya. Lebih bagus lagi kalau sebelum berangkat, kita menyiapkan perbekalan bersama-sama.

Peduli Satu Sama Lain

Ada-ada saja hal seru dan lucu yang terjadi saat traveling. Kadang juga menjumpai hal-hal mengesalkan atau membuat kita sebal. Seperti yang dialami Nose saat melewati jalanan berlumpur ke Pantai Coro. Dia terpeleset dan sendalnya masuk dalam ke lumpur. Bukannya kesal, kita malah tertawa terpingkal-pingkal.

Belum lagi jalanan yang naik turun bukit, kami bergantian membawa bekal. Saat melewati rute yang cukup sulit, satu sama lain saling membantu. Itulah perlunya traveling sama sahabat yang dapat memperkuat rasa peduli antar sahabat.

Mengenal Karakter Sahabat

Menghabiskan waktu bersama sahabat dengan traveling akan membuat kita lebih mengenal seperti apa mereka dan kebiasaan-kebiasaan sahabat kita terhadap sesuatu. Perjalanan yang jauh dan melelahkan kadang membuat seseorang marah, memaki, cemberut, sewot, atau malah mengubah suasana menjadi berbeda. Jika melihat hal-hal baru, setiap orang punya reaksinya masing-masing. Di sinilah kita bisa saling mengenal karakter dengan lebih jelas.

Cara berjalan yang lambat, cerewet, berisik, pelit, egois, kadang sifat-sifat itu memang menyebalkan bagi orang lain. Namun, hal tersebut juga merupakan cara untuk saling mengerti dan memahami. Dengan begitu, hubungan persahabatmu akan semakin erat.

Menyikapi Masalah dan Perbedaan
“Makan nasi goreng, yuk!”
“Bakso aja gimana?”
“Dingin-dingin gini enakan soto, deh!”
Nah, perbedaan-perbedaan kecil saja kadang bisa bikin kesal. Kalau nggak bisa beradu argumen, paling nggak mengumpat dalam hati. Itu manusiawi. Semuanya tergantung bagaimana kita menyikapi setiap masalah yang ada saat melalukan perjalanan.

Menciptakan Kenangan untuk Masa Depan

Berfoto adalah aktivitas wajib saat traveling. Menghabiskan waktu di tempat yang indah dengan jarak yang cukup jauh dari rumah akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi sahabat. Kelak, kita akan tertawa geli melihat dan mengingat kenangan-kenangan tersebut.


Let’s have fun and enjoy your traveling with best friend.




PANTAI CORO



Pantai Coro adalah salah satu pantai eksotis di pesisisr selatan Tulungagung. Disebut eksotis karena pantai ini masih sangat cantik dengan pasir putih dan laut hijau yang bersih. Iya, dari kejauhan, warna lautnya bukan biru, namun hijau. Tahun 2014 lalu saya ke sini saat pantai masih baru ditemukan dan belum banyak pengunjung. Waktu itu air sedang surut dan bisa melihat karang-karang yang indah serta naik di tebing. Namun perjalanan kali ini bertepatan dengan laut pasang dengan ombak besar.




Keindaahan Pantai Coro terasa lebih menyegarkan karena butuh perjuangan untuk menjangkau tempat ini. Setelah memarkirkan kendaraan di area Reco Sewu, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kita perlu berjalan kurang lebih 500m naik turun bukit. Belum lagi kalau baru hujan, jalanan jadi sulit dilalui karena terbuat dari tanah lumpur yang licin.

Namun sudah banyak penjual yang menyediakan tempat istirahat buat kamu yang kelelahan. Di pinggir pantai juga sudah dibuka warung-warung yang menyediakan makanan dan aneka minuman.

Biaya parkir kendaraan sepeda motor sekitar Rp.2000. Saat akan memasuki area pantai, kita harus membayar tiket masuk seharga Rp.5000. Beberapa barang yang perlu kamu bawa saat mengunjungi Pantai Coro adalah air mineral dan alas kaki yang cocok untuk medan berlumpur. Sendal/sepatu tersebut untuk jaga-jaga jika musim hujan. Banyak pengunjung yang memilih membawa alas kaki mereka daripada memakainya karena kesulitan berjalan. Saat melintasi rutenya, saya juga menemukan beberapa sendal yang tertinggal di lumpur atau rerumputan. Itu membuktikan kalau alas kaki yang tepat harus kamu pilih jika ingin ke Pantai Coro. Sementara itu, air putih sangat perlu bagi kamu yang mudah kehausan. Meski ada warung, namun jaraknya berjauhan dan harganya cukup menguras dompet. Lebih baik, bawa dari rumah saja. Hehe...

#DolanNengSekitarKeneWae   #BawaSampahmuPulang   #WisataTanpaSampahAsikBuatFoto    #TravelerKerenItuNggakNyampah

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Local Business Directory, Search Engine Submission SEO Tools