#Dorama3: Dorama Bertema Romance yang Wajib Ditonton Para Penggemar J-Drama - Reezumiku

Monday, September 25, 2017

#Dorama3: Dorama Bertema Romance yang Wajib Ditonton Para Penggemar J-Drama



Hai-haiii… Para penggemar J-Drama atau Dorama. Kali ini aku akan review beberapa Dorama bertema romance. Yuhu~ Dorama dengan tema percintaan ini nggak kalah seru sama K-Drama yang masih digilai sebagian besar pecinta drama di Indonesia. Meskipun bukan tayangan terbaru lagi, tapi dorama-dorama di bawah ini bisa bikin kamu move on dari Song Jong Ki – Oppa, deh.


Taisetsu na Koto wa Subete Kimi ga Oshiete Kureta
(You Taught Me All The Precious Things)
大切なことはすべて君が教えてくれた
Tahun tayang
2011
Genre
Romantis, school
Pemain utama

Miura Haruma sebagai Kashiwagi Shuji
Toda Erika sebagai Uemura Natsumi
Takei Emi sebagai Saeki Hikari

Panjang judul dorama tersebut sudah mewakili betapa rumitnya perasaan Kashiwagi Shuji (diperankan oleh Miura Haruma). Dorama yang dalam bahasa Indonesia berarti “Kamu Mengajarkanku Semua Hal yang Berharga” tersebut memiliki 10 episode menarik yang mengajarkan kita tentang mencintai dan dicintai, serta rasa kepedulian.

Shuji dan Uemura Natsumi adala guru di sekolah yang sama. Tidak lama lagi keduanya akan menikah. Namun, pada suatu pagi di awal tahun pelajaran pada musim semi, Shuji bangun tidur dan mendapati seorang gadis terbaring di ranjang bersamanya. Ia sangat terkejut karena gadis itu bukan Natsumi.

Hari itu adalah hari pertama masuk sekolah, Shuji buru-buru berangkat. Ia hanya memberikan kunci rumah pada gadis dengan bekas luka di pergelangan tangan tersebut, lalu memintanya untuk meninggalkan kunci itu di depan rumah.

Sebagai guru muda dan popular, Shuji menjadi wali kelas baru dan disambut muridnya dengan antusias. Namun, saat pergantian jam olahraga, seorang siswinya bernama Saeki Hikari menjulurkan tangan untuk memberikan kunci pada Shuji. Ya, kunci yang tadi pagi ia tinggalkan pada seorang gadis di ranjangnya, yang ternyata muridnya sendiri.

Dari situlah Shuji mulai merasa terteror karena Saeki mengancam akan menunjukkan foto ketika mereka tidur bersama kepada Natsumi. Tapi setelah mengetahui keadaan keluarga Saeki yang berantakan serta penyakit yang diderita muridnya itu, perasaan Shuji mulai berubah. Natsumi pun merasakan perubahan tersebut.

Beberapa scene yang bikin jantung debar-debar sekaligus baper adalah:

Ketika semua orang di sekolah termasuk guru, murid, bahkan orang tua mengetahui foto tersebut, mereka kecewa dan marah besar. Shuji terancam dipecat dan murid-murid memaksa Shuji untuk memberi penjelasan. Namun ia merasa harus melindungi muridnya (entah bagaimana perasaan Shuji terhadap Saeki ketika itu). Ia hanya tidak ingin Saeki mengalami hal yang buruk lagi. Shuji akhirnya memilih diam dan membiarkan semua hujatan tertuju padanya. *Seneng sih dengan rasa tanggungjawab Shuji, tapi juga sebel karena dia mengabaikan perasaan Natsumi.

Nah, karena tidak mau melihat Shuji terluka, Saeki akhirnya mengakui dan menceritaan kepada teman-temannya perihal yang terjadi hari itu hingga ia bisa berada di rumah Shuji. Natsumi yang juga mendengarkan penjelasan Saeki  merasa terpukul. Kini ia tahu alasan dari perubahan sikap Shuji beberapa waktu terakhir.

Scene kedua yang paling jleb banget itu tentang Natsumi. Aku benar-benar kagum dengan pribadinya. Meski dia sangat terluka, namun kedewasaan dan kematangan berfikirnya tak pernah goyah. Amazing personality. Apalagi ketika selama beberapa bulan ia menyembunyikan kehamilannya setelah membatalkan pernikahan. Natsumi tetap memikirkan orang yang dicintainya dan tak ingin Shuji terbebani.

Ia berencana merawat bayinya kelak seorang diri. Dalam posisi sulit seperti itu, ia masih bisa berfikir jernih. Natsumi tak ingin melukai lelaki itu dengan perasaan bersalah. Ia pun memberitahu Shuji tentang kehamilannya sebelum mengambil cuti. Scene ini bikin moved dan mewek parah. Cewek mana coba yang bisa kuat layaknya Natsumi. “Orang yang lebih banyak mencintai yang akan terluka.”


Suki Na Hito Ga Iru Koto
(A Girl & Three Sweethearts)
好きな人がいること

Tahun tayang
2016
Genre
Romantis, komedi
Pemain utama

Kiritani Mirei sebagai Sakurai Misaki
Yamazaki Kento sebagai Shibasaki Kanata
Miura Shohei sebagai Shibasaki Chiaki
Nomura Shuhei sebagai Shibasaki Touma

Sakurai Misaki adalah patissier di sebuah kafe selama tujuh tahun. Sejak kecil ia suka membuat kue dan menikmati aktivitas tersebut. Namun karena perubahan konsep kafe, ia harus dipecat. Pada sebuah wawancara kerja di hotel besar, Misaki membuat sebuah kue. Usahanya berakhir kegagalan.

Tak disangka-sangka, Misaki malah bertemu Shibasaki Chiaki, senpai sekaligus cinta pertamanya. Chiaki sudah mencicipi kue buatan Misaki. Ia tertarik untuk mengajak Misaki bekerja di restorannya. Misaki setuju karena ia masih tertarik dengan cinta sepihaknya itu. Bekerja dengan Chiaki adalah kesempatan bagus untuk jadi lebih dekat lagi.

Shounan adalah kota pinggiran yang jauh. Misaki ditawari tinggal bersama Chiaki. Namun gadis itu terkejut saat tau ada dua orang lagi yang tinggal di sana. Shibasaki Kanata, seorang chef di SeaSons restourant dan Shibasaki Touma yang masih jadi mahasiswa. Keduanya adalah adik Chiaki.  Masalahnya, Kanata dan Misaki tidak pernah akur.

Dalam 10 episode tersebut, kita akan melihat perjuangan Misaki untuk dapat diakui kepiawaiannya oleh Kanata. Cinta sepihak Misaki juga makin rumit saat hadirnya mantan pacar Chiaki. Saat itu pula, Kanata menyadari perasaannya kepada Misaki. Gadis itu sempat bingung dengan pengakuan Kanata.

Nuansa percintaan dan persaudaraan sangat kental. Meski terjadi konflik antar tiga saudara tersebut, tapi mereka sama-sama saling melindungi. Salut sama peran para ikemen ini. Oh ya, backsound yang berjudul By Your side juga enak didengar loh. Fress gitu musiknya.


Jimi ni Sugoi! Koetsu Garu Kono Etsuko
(Pretty Proofreader)
地味にスゴイ! 閲ガール・河野悦子


Tahun tayang
Oktober 2016
Genre
Romantis, workplace
Pemain utama

Ishihara Satomi sebagai Kouno Etsuko
Suda Masaki sebagai Orihara Yukito
Honda Tsubasa sebagai Morio Toyoko

Nonton drama ini bisa membuatku berfikir lebih positif. Ya, Kono Etsuko sebagai pemerah utama yang selalu ceria bahkan mampu mentransfer energi positifnya kepada penonton. Dorama yang cenderung bergendre workplace dengan sedikit bumbu romance ini memiliki daya tarik sendiri.

Pertama adalah Fashionable. Kono etsuko merupakan gadis yang sangat mencintai fashion. Impiannya ialah bekerja sebagai editor majalah fashion Lassy, imprint dari Keibosha, penerbitan terkenal di Jepang. Sudah tahun ketujuh ia melamar jadi editor hingga pewawancara mengenalinya dengan sangat baik. Namun ia gagal lagi. Sepanjang 10 episode, kita bakal terpesona dengan tampilan busana musim dingin Kono etsuko dan para pemain lain.

Kedua adalah pekerjaan sebagai proofreader. Ya, bukannya menjadi editor, Kono Etsuko malah diterima Keibosha di divisi proofreader. Pekerjaan yang tidak begitu dikenal orang yaitu memeriksa kesalahan teks pada buku atau novel serta memastikan kesesuaiannya dengan fakta. Kono  Etsuko awalnya menolak, tapi atasannya mengatakan mungkin ini takdir Koetsu (kependekan dari Kono Etsuko yang juga berarti proofreader). Kepolosan dan kejujuran Etsuko dalam bekerja memberinya banyak pengalaman.



Ketiga, pertemuann Koetsu dengan Yukito Orihara yang membuat cewek itu jatuh cinta pada pandangan pertama. Ternyata, Yukito juga seorang penulis yang identitasnya ia sembunyikan dan naskahnya sedang dikerjakan Koetsu. Yukito ini sosok yang humble dan baik. Namun karena sedang mengalami kesulitan keuangan, Yukito terpaksa bekerja jadi model dan numpang di apartemen Morio, karyawan Lassy yang sekaligus adik tingkat Koetsu waktu kuliah. Romance-nya dikit banget, tapi entah aku malah suka dengan feeling yang seperti ini. Suka tapi malu-malu gitu, nggak ada kontak fisik sama sekali. Keren.

Ini adalah drama yang inspiratif dalam berbagai hal seperti fashion, dalam bekerja atau melakukan kebaikan. Sayangnya, sejak tayang hingga sekarang hanya ada subtitle sampai episode 7 saja. Itupun berbahasa Inggris. Episode 8 hingga 10 terpaksa kutonton dalam bahasa aslinya dengan 10% pemahaman dari visualnya saja. Padahal dorama ini kuat di percakapan. Hm… kutunggu para translator untuk segera menerjemahkan dorama keren ini.


Boku no Ita Jikan
(Time I was in)
僕のいた時間

Tahun tayang
2014
Genre
Romantis, keluarga
Pemain utama

Miura Haruma sebagai Sawada Takuto
Tabe Mikako sebagai Hongo Megumi

Siap tisu yang banyak buat nonton dorama satu ini. Tapi nggak usah takut atau malu buat nangis bombai. Sepanjang sepuluh episode kita bakal dibuat haru oleh perjuangan Takuto Sawada dan kesetiaan Megumi Hongo. Pastinya kita juga akan belajar menghargai kehidupan.

Kisah berawal dari pemberontakkan Takuto yang tidak mau menjadi dokter seperti keinginan ayahnya.  Akhirnya ayah dan ibunya lebih menyayangi Rikuto, adik yang bersedia menjadi pengganti Takuto untuk menjalankan rumah sakit sang ayah setelah lulus kuliah.

Saat mencari pekerjaan, Takuto bertemu Hongo Megumi dan saling jatuh cinta. Namun, tidak beberapa lama kemudian Takuto divonis menderita penyakit ALS (Amyotrophic lateral sclerosis). ASL adalah penyakit mematikan yang membuat penderitanya lumpuh sedikit demi sedikit. Takuto yang masih syok menyembunyikan hal tersebut dari semua orang, termasuk kekasih dan keluarganya.

Tangan kiri Takuto mulai kehilangan kekuatannya. Ia kesulitan mengambil dan memegang sesuatu. Setelah mempertimbangkan perasaan keluarga Megumi, Takuto memutuskan untuk mengakhiri hubungan cintanya. Ia tak mau Megumi menderita dengan kondisinya yang memburuk.

Ketika Takuto semakin sering melakukan kesalahan dalam bekerja, dokter menyarankan agar Takuto memberitahu perihal kondisinya kepada rekan kerja. Takuto akhirnya menjelaskan apa itu ASL dan bagaimana penyakit tersebut akan merengut kemampuannya dari hari ke hari. Sejak saat itu, semua orang bersimpati dan menawarkan bantuan. Takuto bersyukur dengan kebaikan mereka.

Lebih terharu lagi ketika Takuto memijat ibunya selagi ia masih bisa menggunakan tangannya. Ia memberi tau kalau dirinya mengidap penyakit mematikan. Saat itu tangan dan kaki kirinya sudah mulai sulit digerakkan. Suatu hari ia akan kehilangan kemampuan berjalan, berbicara hingga tidak bisa lagi bernapas.

 Takuto sepenuhnya menggunakan kursi roda elektrik dan hanya bisa menggerakkan tangan kanan untuk mengoperasikannya. Ia yang sangat suka sepak bola pergi ke sport centre untuk bermain bersama pengguna kursi roda khusus lainnya. Ketika itu, Takuto bertemu Megumi yang menjadi perawat pasien ASL juga. Mereka bertemu lagi setelah sekian lama. Takuto sakit dan Megumi akan segera menikah. Selain konflik percintaan, kisah kekeluargaan juga cukup menguras air mata.

â
Itu dulu review dorama bertema romantic yang bisa kamu tonton di waktu luang. Aku sengaja buat tulisan ini jadi beberapa bagian supaya nggak kepanjangan kayak kereta. Empat dorama ini sebagai awal, because 4 is my favourite number. Tunggu postingan Part 2 ya.

Oh ya, kalian tau sendiri kan kalau nyari Dorama nggak semudah  K-Drama. Tidak banyak pula Dorama yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Semua Dorama di atas sebagian besar kutonton dengan subtitle Bahasa Inggris. Kadang nggak paham waktu nonton ‘Pretty Proofreader’ karena banyak kata sulit dan didominasi percakapan serta penjelasan. Aku juga nggak tau apakah ada terjemahan Bahasa Indonesia atau tidak karena nggak pernah nyari.

Buat kamu yang pengen nonton Dorama bersubtitle Bahasa Inggris bisa mengunjungi Kissasian.com. Kualitas gambarnya ada yang biasa sampai yang jernih banget. Hardsub lagi, jadi udah sepaket. Nggak perlu khawatir subtitlenya kecepetan atau lebih lambat dari videonya. Aku sih lebih suka yang gini. Kalau kesulitan download di sana, bisa nyari di Youtube.com. Sebagian ada di sana, ya, meskipun bad quality.


*

1 comment:

Local Business Directory, Search Engine Submission SEO Tools