Jatuh Cinta Sama Pantai Tulungagung, Sudah Pernah Kemana Aja Nih? - Reezumiku

Monday, October 22, 2018

Jatuh Cinta Sama Pantai Tulungagung, Sudah Pernah Kemana Aja Nih?


Assalamualaikum…
Pantai adalah satu topik pembahasan yang membuat saya bersemangat. Apalagi kalau ngomongin kecantikan pesisir selatan Kabupaten Tulungagung. Yups, kota marmer ini punya puluhan pantai menarik nan elok, baik yang aksesnya sulit maupun yang sudah terbuka untuk berbagai kendaraan besar. Dari semua tempat tersebut, mana nih yang sudah pernah kamu kunjungi?


Dua kali berkunjung ke pantai berombak besar ini, saya melihat dua sisi berbeda yang dimilikinya. Pertama, waktu masih awal dibuka sebagai area wisata, kunjungan berpusat pada sisi kanan muara sungai yang masuk kecamatan Pucanglaban. Namun sekarang sudah dialihkan ke sisi kiri sungai yaitu wilayah Kalidawir. Unik memang, tempat ini menjadi perbatasan dua kecamatan namun pantainya menyatu, membentang luas dan berpasir putih bersih. Harga tiket masuk Rp.7500 saat weekend dan biaya parkir Rp.5000 untuk sepeda motor.


Karena berada satu wilayah dengan kawasan Pantai Indah Popoh, tiket masuknya berada pada satu lokasi yaitu Rp.7500 per orang. Lagi, saya pernah berkunjung dua kali dan mendapati perubahan besar yang ada sana. Di samping uang parkir Rp.5000, sekarang sudah ada biaya masuk lagi khusus untuk wisata Pantai Coro sebesar Rp.5000. Kalau dulu harus berjalan jauh naik turun bukit dengan alas tanah gersang atau becek saat hujan, sekarang jalan sudah di-cor, serta terdapat ojek motor yang dapat di sewa pengunjung jika malas berjalan jauh. Namun kecantikan pantai tersembunyi ini tetap memesona, cantik dan alami.


Sudah berapa kali ke Gemah? Bisa dikatakan berkali-kali. Yup, pantai ini merupakan salah satu tempat yang paling mudah dijangkau sebab akses Jalur Lintas Selatan yang mulus. Apalagi banyak wahana yang bisa dicoba mulai dari ATV, motor trail, Banana Boat, naik perahu keliling laut, hingga Flying Fox. Berbagai warung makan dengan beragam olahan seafood pun sangat memanjakan pengunjungnya. Jadi maklum saja kalau kita tidak akan pernah bosan meski sudah berkali-kali mengunjunginya.


Pantai Bayem berada tepat di sebelah pantai Gemah. Keindahannya terpancar saat malam hari dengan kerlap-kerlip lampu yang bertebaran di sepanjang pantai maupun lautnya. Namun saya belum pernah merasakan keindahan itu karena selalu berkunjung pada siang hari. Jalur Lintas Selatan tidak memiliki lampu penerang jalan sehingga membuat khawatir jika harus pulang dalam keadaan gelap.


Masih berada di kawasan JLS, Pantai Klatak berlokasi di pemukiman penduduk. Jarangnya sekitar 2 kilometer dari Pantai Gemah. Biaya masuknya belum ada, hanya perlu merogoh uang parkir sebersar Rp.5000 saja. Uniknya, tempat ini banyak bebatuan besar yang biasanya dijadikan lokasi strategis untuk memancing. Sementara itu, pantainya tidak begitu luas dan pasirnya kecoklatan bercampur dengan tanah.


Pantai Lumbung sangat cantik dinikmati pemandangannya baik dari atas tebing maupun dari pantai di bawahnya. Jangan kecewa saat kamu harus menuruni anak tangga dengan kemiringan ekstrim demi menjangkau bibir pantai. Perjuangan itu layak dilakukan demi keindahan hakiki sebuah pantai yang memiliki batuan tinggi mirip bentuk lumbung itu. Namun, saya memang lebih suka melihatnya dari atas saja, hamparan samudera Hindia yang luas. MasyaAllah, saya sangat mengagumi ciptaan Allah yang satu ini. Pemandangan yang membuat saya selalu rindu akan aroma pantai.



Air terjun kecil di salah satu bagian tebing rendahnya. Pantai Pacar memang memiliki ciri khas tersebut. Saat debit air banyak, memang akan tampak seperti air terjun hingga kita bisa mandi di bawahnya. Namun saat kering, air hanya berupa tetesan kecil yang meninggalkan jejakdi pasir. Pantai Pacar punya dua sisi berbeda loh. Jika berjalan sedikit melewati saluran pembuangan tambak udang, kita akan menemukan tempat yang dipenuhi bebatuan dan karang mati.


Serem, itu kesan pertama saya saat masuk wilayah wisata pantai yang sudah ditinggalkan itu. Dulunya memang pernah menjadi primadona, namun sekarang sudah banyak fasilitas yang terbengkalai. Bekas gubuk, tempat parkir, warung makan, pos keamanan, bangunannya mulai terkoyak dimakan waktu. Namun pantai ini cukup seru dipakai berlarian atau menari-nari bebas sepanjang waktu karena tidak ada pengunjung lain yang datang. Paling hanya warga lokal atau wisatawan yang tersesat seperti saya, hehe.


Kadang disebut sebagai Pantai Blabak, tempat tersembunyi yang jarang orang ketahui. Karena berada satu lokasi parkir dengan Pantai Lumbung, kadang pengunjung malas jika harus berjalan lebih jauh lagi. Apalagi jalurnya harus melintasi ladang-landang penduduk dan hutan dengan pepohonan khas pesisir yang akarnya menjalar kemana-mana. Saya kadang bingung membedakan antara akar dan rantingnya. But, disinilah pulau pribadi berada, kilauan pasir putih yang memanjankan mata.


Belitung? Bukan kok. Ini adalah sebuah pantai yang hanya bisa dikunjungi oleh kamu penyuka wisata alam. Jalurnya saja sudah sangat sulit, tebing curam dengan salah satu sisi jurang yang mengarah langsung ke laut lepas. Namun, sudah terdapat beberapa tali pegangan untuk kamu yang kesulitan dengan medan naik atau turun. Pantai Pucangsawit berada di wilayah terpencil. Jangan mengharapkan apapun di sini, kecuali alam dan indah cipaan Tuhan.


Naik-naik ke puncak bukit, capek-capek sekali. Banyak banget sih pantai Tulungagung yang harus ditempuh dengan berjalan kaki. Nggak ada ya yang langsung sampai ke pantai gitu? Eits!!! Kenikmatan berwisata itu akan didapat setelah perjuangan berat yang dilalui. Termasuk untuk mencapai pantai cantik yang biru. Pantai Sawahan Ombo punya karang-karang dan organisme laut yang cantik loh. Semua itu bisa dilihat dengan mata telanjang saat air surut.


Bukan hanya di tepi pantai, Brumbun punya wahana baru yang bisa membuat kita berenang di tengah lautan. Rumah Apung namanya. Wisatawan akan diajak naik perahu menuju tengah laut, lokasi terbaik dengan ombak ringan yang terdapat sebuah rumah kecil yang mengapung diatas laut. Bagi yang bisa berenang dapat menyeburkan diri dan merasakan segar lautan Tulungagung, satu-satunya dan hanya ada di sini.

Sebenarnya ada beberapa tempat lain yang pernah saya datangi yaitu Pantai Sidem, Pantai Sine, Pantai Popoh, dan Pantai Sanggar. Namun tidak ada foto menarik yang tersimpan dalam memori. Semua itu hanya terkenang dalam ingatan.

Saya tidak pernah bosan untuk mengeksplorasi pantai-pantai di Tulungagung. Ada satu rasa yang selalu membuat saya ingin kembali, lagi dan lagi. Mengunjungi pantai juga sebagai salah satu bentuk mengagumi ciptaan Allah. Dari sana saya banyak belajar dan merenungi, bahwa ada kehidupan lain yang tak bisa dijangkau keberadaannya. Apa yang ada di dalam lautan hingga dasar terdalam, apa yang ada di langit hingga puncak tertinggi. Maha Besar Allah yang menciptakan segala kehidupan ini. Semua tak ada yang bergerak, sedikitpun, tanpa kehendak dari – Nya.

Sampai ketemu di tulisan saya tentang Pantai Tulungagung lainnya. Selamat berlibur. Wassalamualaikum…


4 comments:

  1. Wah... jadi penasaran sama pantai-pantai di TuTulungagung tetutama Pantai Molang kok saya penasaran ya sama sisi misterinya itu, serem serem seru wkwk. Di Malang juga banyak pantai baru lho, pasti mbak bersemangat lagi explore nya. Good luck reezumiku. com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pantai Molang ini memang agak beda saat memasuki kawasannya. Wah pengen banget sih menjelajahi pantai Malang. Tapi jauh bener, butuh waktu lebih dari sehari pastinya. Hohohoooo....

      Delete
  2. Kalau dari fotonya sepertinya Pantai Dlodo boleh juga untuk dikunjungi..

    Hmm.. Selama ini baru sampai Pacitan penjelajahan pantainya.. Jauh eh ke Tulungagun kalau dari Solo.., apalagi kalau via Pacitan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Saya paling suka di Pantai Dlodo juga... Wow emang jauh banget (sekaleee) kalau dari Solo. hehe

      Delete

Local Business Directory, Search Engine Submission SEO Tools