Mengenal Rihlah, Meluruskan Niat Traveling Biar Berkah - Reezumiku

Thursday, November 1, 2018

Mengenal Rihlah, Meluruskan Niat Traveling Biar Berkah



WARNING!
Akhwat only!!!
Laki-laki dilarang masuk! Kalau masih kepo, resiko tanggung sendiri.


Traveling, pasti sudah banyak yang tau dengan kata bahasa Inggris tersebut. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, maknanya adalah perjalanan – pindah ke suatu tempat tertentu untuk liburan atau rekreasi. Lalu bagaimana dengan kata ‘Rihlah’? Sudah pernah dengar belum?

Pasti masih asing ya?! Saya juga baru mengenal Rihlah beberapa bulan lalu saat mengikuti halaqah. Alhamdulillah jazakillah khairan untuk ustadzah dan sahabat-sahabat sesurga yang menjadi jalan terbukanya ilmu  bagi saya. Kata baru itupun saya serap dengan cepat dan langsung memasukkannya ke dalam kamus besar ingatan dalam otak.

Rihlah pada dasarnya sama seperti traveling, bisa dikatakan perjalanan demi urusan kesenangan atau rekreasi, namun kegiatan bepergian ini dikhususkan bagi umat muslim saja. Rihlah diperbolehkan dengan maksud Hajatun Basriyah. Pada masa lampau,  Al-Quran mengisyaratkan agar manusia melakukan perjalanan atas keperluan berdagang maupun demi mempertahankan kehidupan mereka.  Namun di jaman sekarang ini, kita bisa melakukan Rihlah agar dapat melihat perihal kehidupan di negara/daerah lain, kemudian memperoleh pelajaran atau meningkatkan ilmu pengetahuan setelahnya.


Rihlah punya beberapa ciri tersendiri yang tidak ada dalam traveling. Maka, jika sahabat shalehah ingin melaksanakan Rihlah, bukan traveling biasa pada umumnya, ada poin-poin khusus etika Rihlah yang harus dipenuhi yaitu:

1. Niat demi mencari ridho Allah SWT. Niat adalah hal yang utama, maka dari itu, Allah harus didahulukan. Sementara kebutuhan lain seperti tuntutan pekerjaan, mencari bahan tulisan, hunting foto atau video adalah pelengkap saja. Niat harus diluruskan semata-mata karena Allah SWT.
2. Ikhlas hanya karena Allah.
3. Memiliki akhlak mulia, artinya selama Rihlah, kita menjaga perilaku dan adab terpuji sehingga tidak merugikan orang lain maupun alam tempat yang dikunjungi.
4. Berhati-hati/menjaga diri dan jangan berlebihan atau memboroskan uang pula. Cermatlah dalam mempertimbangkan berbagai hal dan mengatur pengeluaran sewajarnya.
5. Tidak melakukan kemaksiatan selama perjalanan.
6. Selalu mengingat dan memohon perlindungan kepada Allah

Saya yang sangat suka bepergian (namun belum berkesempatan traveling ke banyak tempat) mulai memikirkan hal ini dengan lebih teliti. Yes, saya jalan-jalan untuk menyegarkan pikiran, melepas penat dari rutinitas kerjaan dan kesibukan harian. Kesehatan fisik memang di dapatkan yaitu dengan perasaan yang lebih fresh selepas traveling atau liburan.

Namun sejak mengenal Rihlah, saya mulai merasa kalau apa yang saya lakukan selama ini sia-sia belaka. Rugi sekali jika saya hanya meniatkan jalan-jalan demi kepentigan jasmani atau duniawi saja. Manfaatnya hanya akan diperoleh sebentar, lalu langsung hilang tanpa jejak. Sangat merugi bukan?

Dari situlah saya perlahan mulai mengubah NIAT, yang awalnya traveling demi kepentingan dunia (termasuk kebutuhan akan tulisan di blog ini) menjadi Rihlah demi Allah Jaza Wa jalla – Semata-mata demi mendapatkan ridho-Nya. Mensyukuri nikmat yang telah Allah limpahkan dan mengagumi indah ciptaan-Nya. Insaallah, apapun yang diniatkan karena Allah, akan memberi dampak positif bagi diri sendiri, termasuk urusan duniawi yang sudah saya nomor duakan.

Rihlah biasa dikenal pula dengan istilah Tadabur Alam. Tujuannya selain untuk mengagumi ciptaan Allah, yaitu untuk mempererat silaturahmi dan rasa peduli dengan teman seperjalanan, kebutuhan jasmani serta psikologi. Disamping itu, saat melakukan Rihlah kita akan merasa lebih aman jika terus mengingat Allah.

Selain etika Rihlah di atas, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan sebelum atau saat perjalanan supaya kita lebih maksimal dalam mencari Ridho-Nya:
Meminta ijin kepada wali (orang tua atau suami) ketika hendak melakukan perjalanan


Akhwat (perempuan) tidak boleh bepergian dengan seorang lelaki yang bukan mukhrim.
Usahakan untuk bepergian dengan sesama akhwat atau sesama ikhwan saja, jangan bercampur baur.
Berdoa sebelum berangkat


Tetap laksanakan ibadah wajib sesuai ketentuan, misalnya Shalat dan Puasa Ramadhan.
Sumber pendapatan untuk keperluan Rihlah tidak dari hal-hal yang haram


Mengunjungi tempat-tempat yang baik dan memuji Allah atas keagungan ciptaan-Nya. 
Menjaga akhlak dan berbuat baik kepada siapapun yang dijumpai


Menjaga pandangan karena banyak sekali kemungkaran di era milenial ini. Apalagi jika berjunjung ke Negara berbeda adat dan kebiasaan.
Jika menjumpai berbagai hal di perjalanan yang tidak sesuai syariat dan tuntunan Islam, maka segera beristigfar dan memohon perlindunan kepada Allah. Misalnya menyaksikan kemaksiatan, kekufuran secara tidak sengaja.


Mungkin beberapa orang menganggapnya ribet, jalan ya jalan aja, liburan ya waktunya bersenang-senang”. But, alasan itu ada hanya karena belum terbiasa saja atau asing dengan kebiasaan yang belum umum di lingkungan kita ini.

Tapi yakin deh, nggak ada ruginya mencoba untuk mengubah NIAT.  Selain tubuh dan pikiran bisa relax, kita juga dapat beribadah dalam satu waktu kan? Sekali melangkah, manfaat dunia dan akhirat di dapat. Nggak ada ruginya. Apalagi dengan menerapkan prinsip serta etika dalam Rihlah, kita semakin terjaga dari perbuatan dosa. Contohnya saya dulu, pernah pamit mengerjakan tugas kuliah tapi nyatanya malah jalan-jalan sama teman. Astagfirullah. Mengenang hal macam itu membuat saya sedih.

Alhamdulillah sekarang sudah mengenal Rihlah. Semoga Allah selalu menjaga diri kita saat melaksanakan perjalanan dan terhindar dari kejadian-kejadian buruk maupun musibah kecil dan berat, Amin. Semangat memperbaiki diri ya shalehah. Semua dimulai dari niat.


Baca Juga cerita sebelumnya:


2 comments:

  1. wah kalo tujuan traveling pun karena Allah, insha Allah akan berkah dan malah mampu mendatangkan pahala. SElama traveling juga harus menjaga sikap ya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya insaalah lebih berkah. Hehehe... Pastinya dimanapun berada harus menjaga sikap, bukan cuma saat traveling aja. Moga2 Allah ijinkan utk menjelajah bumi Nya yg luas ini ๐Ÿ˜

      Delete

Local Business Directory, Search Engine Submission SEO Tools