Keraton Yogyakarta, Wisata Daerah Istimewa yang Masih Digemari Wisatawan Akan Sejarahnya - Reezumiku

Friday, February 8, 2019

Keraton Yogyakarta, Wisata Daerah Istimewa yang Masih Digemari Wisatawan Akan Sejarahnya


Bila sedang jalan-jalan di Yogyakarta, ada banyak tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi. Terkenal sebagai Kota Budaya, jangan sampai melewatkan berwisata klasik ke Keraton Ngajogjakarta-nya.

Keraton merupakan istana tempat tinggal para sultan Yogyakarta yang kini juga menjadi objek wisata. Keraton ini dibangun pada tahun 1755 oleh Sultan Hamengku Buwono I yang arsitekturnya dirancang oleh Pangeran Mangkubuni. Komplek bangunannya memiliki dua bagian, yaitu bagian pertama yang boleh dikunjungi oleh para wisatawan dan bagian kedua yang menjadi tempat keluarga kerajaan tinggal dan beraktivitas.


Arsitektur bangunannya sangat kental dengan adat dan kebudayaan Jawa yang memilki banyak arti filosofinya. Tujuan dengan dibukanya sebagai objak wisata adalah agar dapat menjadi pusat kebudayaan Jawa yang bisa dilihat oleh masyarakat secara luas.

Letaknya sangat strategis, jadi mudah untuk diakses. Sekitar 50 m dari Malioboro dan berada tepat di depan sebelah selatan Alun-Alun Utara Kota Jogja. Alamat tepatnya berada di Jalan Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Keraton, Kota Yogyakarta.

Harga tiket masuknya, yaitu Rp. 10.000 (untuk wisatawan lokal) dan Rp. 25.000 (untuk wisatawan mancanegara). Jam buka untuk para wisatawan yang berkunjung kesini adalah pukul 08.00 – 14.00 pada tiap harinya. Kecuali, pada hari Jum’at hanya buka dari pukul 08.00 – 12.00.


Berwisata kesini kalian akan dapat banyak belajar sejarah seputar Kesultanan Yogyakarta dan Kota YogYakarta itu sendiri. Kamu dapat melihat secara langsung isi komplek keratonnya, serangkaian ruang mewah, halaman luas, dan paviliunnya yang luas yang ada disana. Kalian juga bisa melihat sebuah ruangan yang disebut Bangsal Kencana (Paviliun Emas) dengan lantai marmernya, atapnya yang dihias dengan rumit, jendela kaca patrinya yang bergaya Belanda, serta kolom jati berukir yang besar yang menjadi ciri khas dari bangunannya.



Sebagian besar ruangan layaknya musem yang berisi benda-benda bernilai sejarah tinggi, seperti pusaka suci kerajaan, guci, hadiah dari raja-raja Eropa, dan juga instrumen gamelan. Ada pula ruangan yang menarik yang berisi gambar mengenai silsilah keluarga kerajaan, foto-foto lama pernikahan missal, dan juga potret mantan sultan Yogyakarta.

Selain berwisata sejarah, Kamu bisa menikmati berbagai pertunjukkan seni yang digelar setiap harinya. Pada hari senin dan selasa ada musik gamelan yang dimulai pada pukul 10.00 wib, hari rabu wayang golek menak, dan hari kamis pertunjukan tari. Sedangkan, hari jum’at macapat, hari sabtu wayang kulit, dan hari minggu wayang orang dan pertunjukan tari yang dimulai pada pukul 09.30 wib.



Selain berkeliling-keliling melihat isi keraton, menonton pagelaran seni, berfoto-foto, disini kalian juga bisa melihat upacara pergantian penjaga yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Sebagai tempat wisata, fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap, seperti tempat parkir yang luas. Biaya parkir kendaraan biasanya berkisar Rp. 2000 – Rp. 5000 untuk kendaraan roda dua, dan Rp. 5000 – Rp. 10.000 untuk kendaraan roda empat. Tersedia pula toilet, masjid untuk beribadah, serta penginapan dan toko-toko souvenir yang letaknya tak jauh dari lokasi keratonnya.

Bagi yang datang dari luar kota, tak perlu khawatir karena sangat banyak penginapan di sekitarnya. Bahkan, kamu bisa pesan secara online di Traveloka dengan beragam ruang pilihan. Salah satu yang bisa dipertimbangkan adalah Wijilan60 Syariah yang hanya perlu jalan kaki untuk menuju Keraton Jogja.




Travelling ke Yogyakarta memang tidaklah lengkap bila tidak berkunjung ke keraton kesultanannya. Jadi, sempatkan waktu  untuk ke sini. Namun, jangan lupa mengikuti aturan yang ada, ya. Seperti; menjaga sikap, berpakaian yang sopan, dan memperhatikan papan petunjuk yang tersedia. Selamat berwisata dan merasakan secara langsung suasana khas kesultanan Jawa.



6 comments:

  1. Selama ini saya yg orang jawa malah belum pernah berkunjung kesana,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... Sekali2 harus berkunjung mas buat liburan dan edukasi.. Seru deh InsyaAllah

      Delete
  2. Fotonya bagus2. Pakai jasa guide nggak? Kalau pakai, pilih yang sudah kakek2. Ceritanya banyaaak banget, dari fakta sejarah, mistis sampai rumour. Bisa berjam-jam asik ndengerinnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kak... Nggak pakai guide. Wah boleh jadi pertimbangan kalau ke sana lagi nih. Apa lagi orang tua cenderung suka bercerita dan bisa dapet banyak informasi dari pengalaman-pengalaman mereka. Thanks so much info menariknya.. hehe

      Delete
  3. Saya baru sekali kesana dan itupun jaman smp haha #jamanOld. Dannnn lupa karena pas itu juga ga konsen, akibat buru2 diajakin blanja kaos.
    Pengen ke jogja lagi sih bareng kluarga, insyaaAllah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa mampir ke Keraton kalau ke Jogja lagi. Apalagi kalau pas ada kegiatan rutin pergantian penjaga atau latihan tari dan musik tradisional. Meski agak rame, tapi seru dan jadi pengalaman berkesan bagi yang belum pernah melihatnya..

      Delete

Local Business Directory, Search Engine Submission SEO Tools