Pengen Hijrah Tapi Susah Banget, Coba Beberapa Tips Paling Simple Buat Muslimah yang Ingin Mulai Berhijab - Reezumiku

Thursday, February 14, 2019

Pengen Hijrah Tapi Susah Banget, Coba Beberapa Tips Paling Simple Buat Muslimah yang Ingin Mulai Berhijab


Kemarin subuh aku terbangun agak pagi, memang sedang sulit tidur dalam beberapa hari ini. Sementara halaman depan masih basah bekas gerimis, aroma lembab pun semakin menambah dingin jemari tangan yang sedang menjemur pakaian.

“Berjemur?”
Iya, pakaian yang menumpuk seminggu penuh sudah waktunya digiling. Satu bak penuh meletihkan tubuh yang sudah jarang diajak berolahraga. Ketika beristirahat sejenak, aku duduk menempel pada dinding bata unfinishing sambil melihat kain-kain yang telah berjajar rapi menanti datangnya hangat mentari.

Aku mengamati satu-persatu dan menyadari bahwa koleksi kerudung lebar serta amis mulai bertambah hingga mendominasi koleksi. “Ya Allah, sejak kapan aku mulai pakai kerudung lebar dan gamis? Apakah semua itu milikku?”

Teman SMA pasti mengenalku sebagai si jangkun tomboy yang selalu pakai celana jeans dan kaos oblong dengan rambut berantakan serta tanpa pakai makeup sama sekali. Akulah si J-Rockstars yang keranjingan nonton konser band asal Jakarta itu dan rela teriak-teriak depan panggung buat manggil-mangill sang  idola. Sementara masuk kuliah, aku memang sudah memakai kerudung, namun masih lepas pakai plus pakaian minim ketat yang (naudzubillah) melekuk-lekuk tak tahu diri. Ya, itulah diriku yang mungkin kamu kenal dahulu.



Berbagai perubahan yang terjadi saat ini memang tak terduga. Tidak sekalipun berfikir, berniat, atau berencana mengubah segalanya mulai dari pola fikir, cara pandang, kebiasaan hingga penampilan secara menyeluruh sampai ke hal paling sederhana. Salah satunya adalah menggunakan kerudung berukuran besar sampai menutupi lengan dan memanjang sampai pinggul.

Apa yang merasukiku? Apa?
Dulu aku merasa (maaf) risih melihat wanita yang menggunakan pakaian lebar. Tampak berat, ribet dan riweuh saja. Padahal ketika itu aku sudah bersahabat dengan dua orang yang lebih dulu memutuskan berhijrah. Tapi, belum ada kecondongan dari diriku sendiri untuk mengikuti jejak mereka. Bagiku, yang penting berhijab dan menutup dada sudah cukup untuk menjaga pandangan lawan jenis maupun mengontrol diri dari aktivitas negatif.

Hingga suatu hari mendapat informasi yang berharga ketika mengikuti halaqah rutin, yaitu tentang menutup aurat. MasyaAllah, ketika perintah itu turun pada Rasulullah, para wanita Anshar bergegas mengambil apapun yang ada di sekitarnya untuk menutupi tubuh mereka. Mendengar cerita tentang betapa patuhnya mereka terhadap perintah Allah SWT membuat bulu kuduk merinding seketika. Aku merasa sangat-sangat malu pada diri sendiri.

Sejak itulah aku mengambil langkah berani dan menepis semua keragu-raguan. Namun perubahan cara berpakaianku juga tidak terjadi secara drastis. Ada beberapa tahap yang harus kulewati mulai dari urusan materi hingga mempersiapkan mental menghadapi kontra dari berbagai pihak.

Selama proses itupun tidak mudah. Banyak sekali kendala dari dalam diri sendiri hingga pengaruh luar yang seringkali menggerogoti nyali. Alhamdulillah atas izin Allah, aku bisa sampai di titik ini. Ada hal-hal sederhana yang dapat diterapkan dalam keseharian. Sahabat muslimah yang sedang mengalami hal sama ketika hijrah bisa mencoba beberapa tips berikut:


Bergabung dengan halaqah atau grup/komunitas yang mengkaji tentang ilmu agama.

Percayalah, lingkungan sangat mempengaruhi apalagi ketika sedang proses hijrah. Maka carilah lingkungan pertemanan yang mendukung proses hijrah seperti mengikuti halaqah atau liqo. Secara batiniah, mereka dapat menguatkan dan mendukung perubahan baik yang hendak kita lakukan.


Mendatangi kajian/ceramah.

“Apaan sih? Nanti malah kena pengaruh ekstrimis yang menyesatkan.” Jujur, itulah yang dahulu aku katakan ketika mendapat ajakan menghadiri ceramah, tausiyah, atau kajian. “Nggak usah ikut-ikutan begitu aku bisa belajar agama dari buku atau video youtube”, pikirku. Namun ternyata semua itu salah.

Sekarang aku menyesal karena tak mengenal kajian lebih awal. MasyaAllah, energi ketika berkumpul dengan orang-orang sholeh sholehah yang sedang menuntut ilmu itu mampu memberikan aura positif yang pemperkuat keyakinan untuk istiqomah berhijrah. Iya, kajian adalah tempat menuntut ilmu, belajar banyak hal baru, dan menjalin silaturahmi dengan saudara seiman. Kalau dalam kondisi umum seperti seminar gitulah.

Aku menyarankan untuk mendatangi kajian minimal sebulan sekali, kalau bisa seminggu sekali. Sebenarnya ada banyak sekali kajian mulai dari yang dikhususkan untuk remaja, dewasa, dan dengan berbagai topic menarik yang bermanfaat. Tak perlu jauh-jauh, kegiatan di masjid dekat rumah juga sudah merupakan kajian yang paling mudah dijangkau.

Kajian pertama yang paling berkesan yang pernah kuikuti adalah Ust. Oemar Mita. Waktu itu materinya tentang Hijrah dan jlebbb banget, langsung nusuk di hati. InsyaAllah akan kubagi ceritanya nanti di sini.


Menonton video Islami

Saya merekomendasikan Film Maker Muslim buat sahabat muslimah yang sedang hijrah dan butuh motivasi lebih tinggi. FMM merupakan sebuah karya visual bersegmen remaja dan dewasa muda dengan konsep islami dan penuh nilai-nilai kebaikan.

Daripada nonton film-film atau drama korea yang membuka aurat sehingga dapat mempengaruhi selera fashion ketika sedang proses hijrah, mending menonton video atau film pendek yang menanamkan kebaikan. Jangan khawatir bosen karena FMM dikemas ala anak muda milenial dan sesuai dengan kondisi terkini. Dijamin bakal bikin baper positif buat semakin memperbaiki diri ke arah yang disukai Allah.


Follow Unfollow public figure

Nggak terasa perkembangan digital sangat mendominasi selera pasar. Seringkali kita meniru gaya berpakaian artis atau public figure yang dirasa menarik dan cocok dengan style kita. Nah, saatnya unfollow mereka yang tidak berhijab dan mulai mengikuti media sosial orang-orang yang dapat menginspirasi dalam berbusana muslimah.

Alhamdulillah sekarang sudang semakin banyak artis yang memutuskan hijrah. Allahuakbar, hidayah datangnya hanya dari Allah. Beberapa IG fashionable para public figure yaitu Oki Setiana Dewi, Shireen Sungkar, Zazkia Sungkar, Dini Aminarti, Dewi Sandra, Meyda Sefira, Dian Pelangi, Anissa Rahma, dan Artis Instagram ada Resa Rere, Wardah Maulina, Pemain FFM, Hijab Alila dan lainnya.


Menambah koleksi hijab secara bertahab

Proses hijrah setiap orang berbeda dan kesulitannya juga tidak sama. Contohnya adalah seorang teman kuliahku dulu yang tiba-tiba berubah drastis mulai dari pakaian, cara bersikap, dan kebiasaannya. Aku sempat menganggapnya aneh karena terlalu tiba-tiba dan tidak biasa. Semoga sahabat muslimahku tersebut selalu dalam lindungan dan jalan Allah.

Aku sendiri mengalami proses hijrah yang tergolong lama. Pertama, memulainya dengan mengganti koleksi celana dengan rok-rok panjang. Kemudian menyingkirkan kaos lengan pendek dan menambah baju longgar lengan panjang. Barulah sedikit demi sedikit menabung untuk membeli gamis.

Koleksi kerudung paris juga sempat kuganti dengan rawis yang punya ukuran lebih lebar. Seiring waktu dan bertambahnya pengetahuan, akupun merasa kalau rawis belum cukup untuk menutupi diri. Kadang terlihat transparan saat dipakai di luar ruangan atau jika terkena cahaya. Untuk itulah rencana revolusi kerudung aku lakukan dengan memesan sendiri dari bahan yang lebih tebal serta bisa request ukuran yang lebar sesuai keinginan.

Seiring dengan perubahan secara lahiriah, kebutuhan batiniah dan akhlak juga perlu diperbaiki agar pondasi berhijrah makin kuat dan tak mudak goyah oleh godaan duniawi. Semoga Allah hadirkan hidayah dan keistiqomahan dalam diriku dan kalian. Amin….




No comments:

Post a Comment

Local Business Directory, Search Engine Submission SEO Tools