Personal Branding itu Bukan Pamer untuk Bikin Orang Iri, Tapi Salah Satu Ikhtiar Mencari Rezeki - Reezumiku

Sunday, March 31, 2019

Personal Branding itu Bukan Pamer untuk Bikin Orang Iri, Tapi Salah Satu Ikhtiar Mencari Rezeki


Assalamualaikum….

Pernah nggak kamu upload story atau foto saat traveling? Mungkin juga potret makanan yang sedang kamu nikmati? Terus gimana respon teman-teman yang melihatnya???

“Wah… keren, dimana itu?”
“Liburan mulu, ajakin donk!”
“Bikin ngiler deh, lagi makan sama siapa?”

Bukan hanya bentuk kekepoan semata lho, tapi respon teman-teman seperti tadi juga dapat menimbulkan rasa kecemburuan atau iri hati. Sedangkan dari kita yang meng-upload, sanjungan maupun rasa iri tadi dapat mentransfer penyakit ke dalam diri sendiri. Bisa berupa sombong, pamer, riya, ujub, sum'ah, atau takabur.

Semenjak hijrah atau mempelajari Islam secara lebih dalam, aku punya rasa takut akan hal-hal tadi. Terutama mengenai dunia tulis menulis. Jadi lebih berhati-hati saja merangkai kata agar tidak mengandung ‘kebohongan’ hingga membatasi postingan supaya tak tercampur dengan kesombongan.

Alhamdulillah, semua keresahan itu lenyap sejak mengenal “Personal Branding”. Pada sebuah acara bernama Sekolah Bisnis Salimah, saya bertemu dengan seorang tentor luar biasa. Coach Nanik Kartikawati yang mengisi materi hari itu telah memberikan pencerahan atas masalah yang membebani pikiranku. Kendala yang menghantui seorang blogger muslim pemula, yang tetap ingin menulis tanpa melanggar syariat agama akhirnya sirna sudah. Yes!!


Loh, Ini Tentang Bisnis Apa Blogging Sih?

Sekolah Bisnis Salimah merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh PD Salimah Tulungagung. Tujuannya tidak lain sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan kualitas perempuan, keluarga dan anak Indonesia. Siapapun bisa ikut kegiatan untuk menambah wawasan maupun ketrampilan tentang bisnis wirausaha perempuan. Jadi, yang dibahas hari itu sebenarnya adalah tentang bisnis.

Namun, ilmu bisnis yang disampaikan ternyata dapat mencakup kebutuhanku sebagai blogger. Ya, terutama saat membahas pentingnya membangun Personal Branding agar produk yang dijual dikenal dan dipercaya oleh konsumen. Sama maksudnya dengan menguatkan Branding agar blog dikenal oleh banyak pembaca dan memikat hati mereka. Iya, kan?


Mengenal Personal Branding dan Manfaatnya 
Coach Nanik Kartikawati

“Personal Branding itu tidak apa-apa. Niatkan untuk mencari rezeki, bukan pamer atau sombong.”


Personal branding merupakan cara seseorang menunjukkan diri atau mempromosikan apa yang ingin diperlihatkan pada masyarakat. Lebih mudahnya begini. Misalnya aku sangat suka traveling, crafting, blogging. Dari ketiga itu, aku ingin menunjukkan bahwa keahlianku adalah membuat craft. Tujuannya agar produk craft buatanku memiliki nilai spesial di mata calon konsumen.

Nah, agar personal branding dapat muncul dengan kuat, maka media sosial yang aku gunakan harus mengunggah hal-hal berkaitan dengan craft tadi. Dengan begitu, orang-orang akan mengenalku sebagai crafter. Dampaknya, ketika suatu hari mereka membutuhkan produk craft misalnya untuk souvenir, untuk hadial, dan lain-lain, mereka akan menginggat craft buatanku.

Membangun personal branding ini cukup memakan waktu. Namun jangan menganggap sepele. Coba aja ketik kata kunci “baju batik” di google. Puluhan bahkan ratusan merchant yang akan muncul di sana. Bingung mau pilih yang mana kan? Satu-satunya yang membedakan antara toko satu dengan toko yang lain, penjual satu dengan penjual yang lain adalah branding itu sendiri.


Ramainya Pasar Penjualan Digital
Peserta SBS (Sekolah Bisnis Salimah)
Kembali ke masalah bisnis, Coach Nanik dalam kegiatan yang bertempat di Jepun View Resto itu juga menyampaikan bahwa sebagai pelaku bisnis, kita harus menguasai strategi penjualan digital. Sebab saat ini Indonesia telah menjadi pengguna tertinggi Facebook yaitu urutan ke empat dunia. Hal tersebut membuktikan bahwa pengguna media sosial sangat luar biasa.

Bagi orang biasa mungkin itu tak berarti apa-apa, namun bagi pelaku wirausaha, lebih dari 1,9 milyar pengguna medsos di Indonesia merupakan peluang pasar yang sangat besar. Apalagi saat menggunakan media online sebagai alat pemasaran, tak ada kendala jarak maupun waktu.


Medsos dapat menjangkau konsumen dari berbagai belahan bumi Indonesia hingga dunia. Pembeli yang apa di Sulawesi misalnya, bisa dengan mudah order barang dari penjual yang ada di Jawa. Sangat efisien sekali. Jam kerjanya juga tak seperti toko yang buka jam 8 pagi lalu tutup jam 9 malam. Pemasaran digital cenderung buka 24 jam untuk memanjakan konsumen.

Itulah mengapa, online shop dan berbagai situs belanja online berkembang sangat pesat di Indonesia. Penggunanya sangat banyak dan kesempatan ini harus ditangkap oleh para pelaku usaha. Ikuti perkembangan zaman agar mendapatkan untung yang lebih besar.

“Kuncinya adalah: Narsis, Eksis, Laris,” tutur Coach Nanik yang merupakan owner Fattaya NKD yang telah berbisnis hingga omset milyaran. Tiga hal tadi jika ditekuni dengan serius maka dapat menguatkan personal branding pula. Personal branding yang kuat dapat meningkatkan harga jual maupun kontinuitas konsumen untuk berlangganan.

So….

Aku tak tertarik bisnis sama sekali. Memang begitu adanya. Hari itu saya datang sebagai panitia setelah bergabung bersama PD Salimah Tulungagung. Namun siapa sangka bahwa ilmu-ilmu yang disampaikan Coach Nanik Kartikawati memberikan perubahan besar terhadap cara pandangku dalam dunia blogging. Personal Branding itu perlu, selama niatnya Lillahi ta’ala, sebagai cara menjemput rezeki dari Allah. 

Wassalamualaikum....


2 comments:

  1. yess, setuju, personal branding tu penting, apalagi buat kita yang aktif menulis di internet.. :)

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak... benar sekali. sekarang ini memang banyak bloger yang mulai menguatkan ersonal brandingnya masing-masing..

      Delete

Local Business Directory, Search Engine Submission SEO Tools